Friday, December 14, 2012

Komunikasi yang Efektif

Kalo' ngomongin soal komunikasi berarti ngomongin tentang sesuatu yang bisa dipahami oleh pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi itu sendiri. Gak ada gunanya ngomong kalo' kita udah mengkomunikasikan sesuatu tapi lawan komunikasi kita belum paham dengan apa yang berusaha kita utarakan.
Aspek lain yang juga penting dalam berkomunikasi adalah bahwa komunikas harus bersifat konstruktif, maksudnya komunikasi tersebut lebih baik menonjolkan sisi positif dari apa yang ingin kita sampaikan. Komunikasi yang konstruktif biasanya memiliki arahan dan petunjuk, kalaupun mengandung teguran maka tidak disampaikan secara destruktif, Kesalahan yang ada tetap dikoreksi namun, tidak dengan cara menyerang atau mengintimidasai orang yang bersangkutan, melainkan memberitahu cara untuk bekerja yang lebih efektif dan efisien.

1. Intimidasi di tempat kerja
Mungkin beberapa dari kita pernah mengalaminya. Apabila hal tersebut terjadi pada diri kita, maka ada baiknya kita mengevaluasi diri tentang mengapa hal itu bisa terjadi. Jika komunikasi antara pemimpin perusahaan dan karyawan berjalan dengan baik, maka tidak akan ada pemimpin yang ingin terus mengintimidasi karyawannya, begitu juga sebaliknya. Kalaupun anda bekerja di perusahaan dimana pemimpinnya lebih suka mengintimidasi dari pada memberikan dorongan-dorongan agar lebih maju, mungkin anda harus mulai mempertimbangkan untuk meneruskan karir di perusahaan tersebut, karena kondisi kerja seperti itu tidak sehat. Tekanan atau intimidasi terus menerus tidak akan memberikan dampak yang positif kepada orang yang bersangkutan, apalagi apabila anda sudah berusaha untuk memperbaiki kesalahan dan menjalin komunikasi yang baik. Tapiiii...jangan terburu-buru juga dalam mengambil keputusan, lakukanlah evaluasi terlebih dahulu karena keputusan yang diambil secara emosional hanya akan membuat kita menyesal dikemudian hari.

2. Komunikasi yang Kontruktif
Hal ini sangat erat kaitannya dengan evaluasi yang kita lakukan sehubungan dengan kinerja dan kualitas karyawan di sebuah perusahaan. Pemimpin perlu memberikan arahan lebih lanjut apabila karyawan melakukan kesalahan, namun sebaliknya apabila karyawan menunjukkan kemajuan pemimpin harusnya memberikan reward kepada karyawan yang bersangkutan. 

3. Komunikasi 2 arah
sebuah perusahaan yang besar seharusnya memiliki standar prosedur yang selayaknya, termasuk memiliki staff HRD (Human Resources Development). Namun, seringkali beberapa perusahaan berskala kecil berpikir belum membutuhkan staf HRD. Keberadaan seorang staf HRD adalah untuk menjembati komunikasi yang terjalin antara karyawan dan pemimpin perusahaan, begitu pula sebaliknya. Jika komunikasi dua arah ini bisa terjalin dan terjaga dengan baik, dapat dipastikan akan tercipta keharmonisan di sebuah perusahaan, sehingga nantinya karyawan yang berkerja di perushaan tersebut dapat merasa ikut memiliki perusahaan tersebut dan dapat nekerja dalam sebuah tim. Nah...disinilah komunikasi yang erat sangat dibutuhkan.

3. Membangun Komunikasi antara Pemimpin dan Karyawan
Selama pemimpin terus memberikan apa yang menjadi hak karyawan dan karywan melakukan kewajiban yang diamanahkan kepadanya, maka semuanya akan berlangsung dengan baik sehingga dapat menghasilkan komunikasi yang sehat. Alasan terjadinya demonstrasi di sebuah perusahaan adalah karena seringkali karyawan merasa bahwa belum mendapat hak yang sepenuhnya, sementara pemimpin terus menerus menuntut karyawan untuk melakukan kewajibannya. Selam pemimpin bisa menyampaikan apa yang menjadi keinginannya dengan baik kepada karyawan, maka segala sesuatunya akan berjalan sebagaimana mestinya.

4. Menanggulangi Communication Gap
yang dibutuhkan untuk mengatasi jurang komunikasi adalah niat baik untuk melakukan pemulihan. Sebuah perusahaan bisa saja memiliki perantara, dalam hal ini adalah bagian HRD, namun apabila niat baik itu tidak ada maka yang menjadi masalah adalah bagian HRD. Jika kita mampu menempatkan diri dengan tepat dan menghargai orang lain sesuai dengan posisinya, komunikasi akan akan menjadi jauh lebih mudah. Akan jauh lebih baik apabila inisiatif komunikasi berasal dari pemimpin perusahaan. Karena, tindakan yang penuh kerendahan tersebut akan dinilai positif oleh karyawan, sehingga karyawan juga kan lebih terbuka terhadap atasan.

    
  
 

No comments:

Post a Comment

Post a Comment